SELAMAT JALAN ANANDIA SANDI YUDHA PRADHANA
Poltangan, Juli 2006
Berakhir sudah harapan pertama kami, satu kejadian yang memberikan asa baru bagaikan cahaya di ufuk timur yang baru terbit. Sinarnya dalam beberapa bulan ini menerangi jiwa-jiwa yang sudah mulai layuh dan letih menyikapi kenyataan, kehadirannya telah memulai satu episode baru yang menggembirakan sekaligus mendebarkan.
Dan akhirnya sinar itu telah pudar, telah menghilang sebelum terlihat nyata mampu menerangi dan memayungi kehidupan ini, bahkan sebelum terbenam dari pencapaiannya yang utuh. Yach, dia bagaikan sinar mentari di fajar hari yang sudah tersapu awan mendung yang tak berkesudahan.
Aku tidak tahu seperti apa dirimu
Bagaimana wujud dan rupamu
Aku belum sempat tahu
Untuk bisa menandaimu
Maukah kau menungguku
Berdiri di alammu
Dapatkah kau mengenaliku
Datang dan menghampiriku
Beri aku uluran tanganmu
Agar aku bisa merasakanmu
Sentuh aku dengan hatimu
Untuk jiwa yang selalu merindumu
hai, shanti
semoga masih ingat aku teman sekelasmu di SMA I WATES. Aku pernah ke rumahmu (dulu tinggal di dekat sekolah kita/rumah dinas tentara?)
salam
winarni
Oleh: wiwin on Juni 22, 2009
at 9:17 am